Jumat, 08 Maret 2013

IKLAS DAN PASRAH…, GAMPANG ATAU SUSAHKAH..?


































Nah, disitulah kuncinya, Ketidakyakinan membuat apa yang terucap itu akhirnya menjadi tidak ikhlas dan pasrah, karena tidak sepenuh hati. Satukan antara ucapan, isi kepala dengan hati untuk kata ikhlas dan pasrah. Jangan dimulut mengucap ikhlas tapi hati dan kepala kita tidak. Kalau menurut saya, kunci ikhlas dan pasrah itu mudah banget. Menurut saya lho. Karena lama saya sudah pernah mempraktekannya. 

Ya, itu tadi: yakin dengan keberadaan ALLAH sang khalik. Yakin aja kalau ALLAH di atas segalanya. Yakin kalau cuma ALLAH yang bisa membantu kita. Tidak ada yang tidak mungkin untuk ALLAH. Kun Fayakun, jadi.. maka terjadilah.

Pake contoh ya biar gampang. Ketika dompet sudah mulai menipis, gajian masih lama tapi kredit rumah mesti dibayar, saya cuma berusaha untuk tenang. Duit cuma tinggal beberapa ratus ribu, tapi saya harus bayar cicilan 5 juta. Dan jatuh tempo tinggal 3 hari lagi. Pusing kan? Saya mencoba santai. TIdak cuma dimulut, tapi juga dihati dan otak saya. sama coba serahkan semuanya sama ALLAH. Memang sih, ALLAH tidak mungkin bisa membayarkan kreditan itu secara langsung. Tapi saya yakin di sisa waktu yang 3 hari itu ALLAH akan menolong saya.

Pasti banyak yang langsung teriak, gak mungkin ALLAH bakal ngasih duit untuk melunasi utang itu. Sementara waktunya udah mepet, gajian masih lama, side job gak ada. NAH DISITULAH KUNCINYA.. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu dihilangin. Kalau masih banyak pertanyaan seperti itu, artinya kita gak percaya kalau ALLAH bakal membantu kita. Bahkan gak percaya kalau ALLAH ada. Klo boleh saya sarankan jangan pernah sekali-sekali terpikir atau berkata darimana..?, mana bisa…?, mana mungkin..?, tdk ada logikanya, nggak masuk akal..! mustahil…!, ngimpi aja lo dan masih banyak lagi kata-kata yg tidak memberdayakan yang tanpa kita sadari kata-kata tersebut telah melemahkan sikap kita yg akan sangat mempengaruhi setiap tindakan kita.

Benar saja, ketika saya percaya dan yakin ALLAH bakal membantu saya, gak perlu waktu lama untuk ALLAH melakukannya. Sedetik saja kita pasrah, detik itu juga perubahan besar bakal terjadi. Tahu-tahu HP saya bunyi. EH, ada yang ngasih projek sama saya dan uang mukanya langsung ditransfer saat itu juga. Gilanya, jumlahnya seperti yang saya butuhkan. ALLAHU AKBAR…subhanalloh…, hamba yakin ya Alloh, apa yg tdk mungkin…bagiMu, tidak ada yg mustahil bagiMu

Apapun permasalahannya, berusahalah utuk selalu cari jalan keluarnya, untuk hasil akhir agar sesuai dengan harapan kita, cobalah untuk bener-bener ikhlas dan pasrah sama ALLAH. Ketika masih banyak pertanyaan dalam hati kita (Masa sih? Apa mungkin? dll), artinya kita belum benar-benar pasrah dan ikhlas. Dan belum yakin seratus persen sama Tuhan yg menciptakan kita, penguasa alam beserta isinya, Coba deh…

BERPRASANGKA BAIKLAH... PASTI ALLAH AKAN MEMBERI JALAN KELUAR. PASTI!!!

Di saat kita menghadapai situasi yang benar-benar membelenggu, benar-benar menyulitkan, atau benar-benar memiliki masalah yang sangat berat, maka disaat itulah kita di UJI dengan kesabaran, yakni apakah kita BISA SABAR, IKHLAS DAN PASRAH atau tidak.

Prasangka baik kepada Allah akan membentuk pribadi optimis, penuh harapan (raja') akan curahan rahmat-Nya, meskipun sesekali hatinya terbetik rasa khawatir (khauf) kalau Allah memberinya cobaan atau musibah.

Cobaan atau Musibah tidak pernah membuatnya jera dari upayanya meraih sukses.

Ia semakin membuatnya hati-hati dalam dalam mengayuh jalan meniti program hidupnya, agar membuahkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sikap seperti ini, Insya Allah, akan memotivasi amal saleh dan doa yang makbul, serta istighfar dan taubatyang mampu membuka pintu maghfirah-Nya.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu.

Ingat surat Al Fatihah:
Sedikitnya sehari lima kali orang-orang yang beriman dalam shalatnya mengucapkan “Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iinu”

[Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan] (QS. Al-Fatihah (1): 5) 

0 komentar: